Sebelum saya membahas lebih lanjut, alangkah baiknya kita menengok sedikit tentang sejarah atau profil Madrasah Aliyah Negeri Rengel tercinta ini.
Profil MAN Rengel
MAN Rengel merupakan SMU yang bercirikhas Islami, dimana Madrasah ini berada dibawah payung Departemen Agama. MAN Rengel mengalami dinamika yang luar biasa, karena Madrasah ini pada awalnya hanya Madrasah Aliyah Fiiliyah dari Madrasah Aliyah Negeri Tuban. Seiring dengan berjalannya waktu, pada 25 Oktober 1993 berubah status menjadi Madrasah Aliyah Negeri Rengel dengan SK nomor 244, sejak turunnya surat keputusan dari Departemen Agama Madrasah ini resmi menjadi lembaga pendidikan yang berdiri sendiri dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional : 20505466 dan Nomor Statistik Madrasah : 1311352300001.
Bagaimana Pendidikan di MAN Rengel?
Sejauh ini MAN Rengel terkenal sebagai SMU yang bercirikhas Islam, dan menjadi salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang bisa dikatakan terpopuler se Kabupaten Tuban. Selain itu MAN Rengel setiap tahunnya juga mencetak siswa maupun siswi yang berprestasi di bidang pendidikan. Setiap ada lomba akademik maupun non akademik tingkat Kabupaten maupun Provinsi bahkan tingkat Nasional, madrasah ini selalu menyebet juara 1,2,3 bahkan hampir tidak pernah absen dalam urusan gelar juara. Tetapi sayangnya tidak semua siswa/siswi yang ikut ambil bagian dalam lomba-lomba tersebut, hanya siswa/siswi yang dianggap mempunyai kemampuan penguasaan mata pelajaran tertentu saja.
Hmmm.. Kalau berbicara tentang Pendidikan di MAN Rengel, saya rasa Pendidikan di MAN Rengel itu unik juga menyenangkan. Kenapa begitu? Ya karena kalau menurut pandangan saya, pertama di Madrasah ini punya guru-guru pembimbing yang luar biasa, karena guru-guru di Madrasah ini selain professional,tegas juga sangat penyabar sekali (meskipun sebenarnya hanya sebagiannya saja sih). Apalagi yang terbaru ini bu Hj. Ulfa Hayati Muzayanah M.Ag resmi menyandang gelar Guru Teladan tingkat Nasional. Hal itulah yang mempertegas bahwa guru-guru di MAN Rengel ini memang layak dikatakan professional. Tetapi dibalik itu semua pendidikan khususnya di proses pembelajarannya menurut saya kurang efektif. Kenapa? karena banyak sekali jam-jam kosong yang terbuang sia-sia, dan kurang perhatiannya guru terhadap siswa maupun siswinya dalam proses pembelajarannya maupun komunikasi yang baik sehingga kebanyakan siswa maupun siswi MAN Rengel kurang terkontrol dengan baik. Memang kebanyakan guru menganggap bahwa hal itu dikarenakan siswa/siswi tersebut kepribadian dan akhlaknya kurang baik, apalagi kebanyakan siswa takut bertanya kepada guru, sehingga proses interaksi antara guru dengan siswa kurang berjalan dengan baik.Seharusnya antara guru dengan siswa saling perhatian satu sama lain dan menjalin komunikasi dengan baik tanpa pandang bulu, artinya tidak memandang siswa itu baik, buruk, pintar, bodoh, anak orang kaya dan anak orang miskin sekalipun.
MAN Rengel Madrasah Adiwiyata?
Adiwiyata adalah salah satu kegiatan sekolah yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah bersih dan sehat. Kegiatan Adiwiyata juga bermanfaat bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi pertiwi ini termasuk berdampingan di lingkungan MAN Rengel. Sementara itu MAN Rengel juga menerapkan kegiatan ini, dan Alhamdulillah Madrasah ini termasuk dalam Madrasah Adiwiyata tingkat provinsi, dan kabarnya akan melenggang ketingkat yang lebih tinggi lagi yaitu di tingkat Nasional. Memang kata "Adiwiyata" saat ini sangat di elu-elukan dan dibangga-banggakan di keluarga besar MAN Rengel. Apakah saya ikut bangga? Yup, saya juga ikut bangga sekali dengan predikat Madrasah Adiwiyata di MAN Rengel ini, karena saya sebagai siswa MAN Rengel juga terlibat dalam melaksanakan kegiatan Adiwiyata ini. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, dan membersihkan sampah yang bersarakan untuk di daur ulang dan pokoknya masih banyak lagi (kalau tidak malas. hehehe). Tetapi di balik itu semua, menurut saya predikat Madrasah Adiwiyata untuk MAN Rengel kurang begitu berjalan dengan baik kadang meningkat kadang juga menurun, artinya meningkat jika ada komando dari bapak/ibu guru untuk bekerja bakti membersihkan lingungan di madrasah ini, biasanya jika ada kunjungan dari luar. Menurun, artinya terjadi penurunan jika tidak ada event tertentu biasanya tidak ada komando khusus tersebut, alahasil lingkungan pun menjadi tak terurus sehingga lingkungan menjadi kotor lagi. Nah, Seharusnya baik dari pihak sekolah maupun pihak siswa (khususnya saya sendiri yang masih berusaha untuk mendukung adanaya kegiatan Adiwiyata ini) bekerja sama dengan baik dan harmonis untuk mempertahankan predikat Madrasah Adiwiyata ini agar menjadi Madrasah yang benar-benar ber-Adiwiyata dari luar maupun dari dalam. Karena percuma kita mendapat predikat Madrasah Adiwiyata, jika Madrasah kita sendiri tidak beradiwiyata.
Demikianlah artikel saya, tentang pandangan saya mengenai Dibalik Sisi lain dari Madrasah Aliyah Negeri Rengel. Semoga kritik dan saran saya di artikel ini mendapat respon yang baik agar terciptanya MAN Rengel sebagai Madrasah yang terbaik dalam segala sisi. Jika terdapat kesalahan kata-kata saya mohon sebesar-besarnya. Saya ucapkan terimakasih..
PENULIS : FAJAR ALI AKBAR ZAKARIA


0 Komentar untuk "Dibalik Sisi Lain Madrasah Aliyah Negeri Rengel (MAN Rengel)"